Sejarah Yayasan An-Nuroniyah Indonesia

Yayasan An-Nuroniyah Indonesia

YAYASAN ANNURONIYAH INDONESIA

SEJARAH
Lahirnya Yayasan An-Nuroniyah Indonesia tidak terlepas dari sejarah “madrasah tanpa nama” dengan berawal 3 orang santri pada bulan Maret 2012 yang diasuh oleh Muhammad Nuroni Yusron Fauzi bersama istri.
Madrasah tanpa nama ini menjadi cikal bakal hadirnya Madrasah Nurul Mushofa. Seiring berjalnnya waktu jumlahsantri mencapi 90 orang dengan ruangan yang tak begitu luas, sehingga membuat mereka harus berdesak-desakan. Ruang dapur pun menjadi pilihan untuk mereka yang tak kebagian tempat. Tentu saja dengan cara ini pun kegiatan pengajian kurang efektif.
Kebutuhan masyarakat akan penting pendidikan agama sangat terasa dengan kehadiran Madrasah Nurul Mushofa ini. Terihat dari orang tua yan memercayakan anak-anaknya mengaji di Madrasah Nurul Musthofa yang berada di 5 kampung; Hegarmanah, Lujuk Girang, Citangtu, Pataruman dan Cihaur. Yang masuk di wilayah Desa Talagasari Kecamatan Kadungora Garut.
Semakin besar animo masyarakat kepada lembaga non formal ini. Dengan izin da restu dari para masyayaikh (gurunya pengasuh), akhirnya didirikan Pondok Pesantren Nurul Musthofa An-Nuroniyah.
Pondok Pesantren Nurul Musthofa An Nuroniyah merupakan Lembaga Pendidikan & Dakwah Nurul Musthofa didirikan oleh Muhammad Nuroni Yusron Fauzi bin Akhyar Oyo Sutaryo bin Musari.

Pondok Pesantren Nurul Musthofa An Nuroniyah berawal dari kegiatan pengajian anak-anak di waktu sore. Diawali dengan 3 orang santri dari dua kampung; Hegarmanah & Lunjuk Girang, yang diantar orang tuanya menitipkan kepada pengasuh, Muhammad Nuroni.

Dengan izin Allah, kepercayaan masyarakat pada Nurul Musthofa An Nuroniyah kian bertambah. Meskipun sudah berjalan sekitar 3 bulan lebih, belum ada nama untuk tempat pengajian anak-anak ini.

Untuk keberkahan, maka pengasuh meminta sebuah nama kepada Abuya KH. M. Muhyiddin Abdul Qadir (Pengasuh Pondok Pesantren Internasional Terpadu Asy Syifaa wal Mahmuudiyyah). Maka, beliau menamakan NURUL MUSTHOFA pada bulan Ramadhan 1432 Hijriah.

Nurul berarti Cahaya, Musthofa diambil dari nama lain Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa salllam, yang berarti Terpilih. Yakin bahwa nama adalah do’a, maka diharapkan semua yang ikut andil dengan pengembangan di Nurul Musthofa An Nuroniyah adalah mereka yang telah terpilih menjadi manusia yang bermanfaat.

Nurul Musthofa An Nuroniyah terus mengembangkan metoda pembelajaran. Metoda pembelajaran yang dipakai adalah kurikulum mandiri berbasis salafiyah (tradisional) dan mengolaborasikan kurikulum pengimbang zaman secara mandiri.

Untuk mengembangkan pendidikan, dakwah, sosial dan perekonomian masyarakat, maka lahirnya YAYASAN ANNURONIYAH INDONESIA.

%d bloggers like this: